Makna Tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung dalam Pesta Perkawinan di Desa Huta Dolok
Keywords:
makna, Tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung, pesta perkawinanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna Tari Tor-Tor Naposo Nuli Bulung dalam Pesta Perkawinan di Desa Huta Dolok Kecamatan Pakantan Kabupaten Mandailing Natal provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian peneliti sendiri dan alat bantu seperti alat tulis, kamera dan buku catatan. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan analisis data adalah pengumpulan data, deskripsi data, dan inferensi data. Tari Tor-Tor Naposo Nauli Bulung merupakan tarian yang mengambarkan perilaku-perilaku bijaksana yang sesuai dengan norma yang ada dalam kehidupan berumah tangga, agar nantinya di dalam berumah tangga pasangan yang sudah berjodoh dapat menjalani kehidupan berumah tangga dengan baik.
Downloads
References
Abdulsyani. (2012). Sosiologi: Skematika, Teori, dan Terapan. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Diana, Darmawati, & Desfiarni. (2017). BENTUK PENYAJIAN TOR-TOR DALAM UPACARA KEMATIAN SAUR DI KECAMATAN PARSAORAN KOTA PEMATANG SIANTAR Jurusan Sendratasik FBS Universitas Negeri Padang Darmawati Jurusan Sendratasik FBS Universitas Negeri Padang Desfiarni Jurusan Sendratasik FBS Universitas N. E- Jurnal Sendratasik, 6(1).
Desfiarni. (2004). Tari Lukah Gilo, Yogyakarta: Kalika
Jum'atin Ulya, desfiarni. (2023). MAKNA TARI TOR-TOR NAPOSO NAULI BULUNG PADA PESTA PERKAWINAN DI JORONG RURAPATONTANG KECAMATAN KOTO BALINGKA KABUPATEN PASAMAN BARAT. PADANG:(jurnal) UNP
Fatmawati, A., & Asriati, A. (2013). Fungsi Tari Kelik Lang dalam Upacara Adat
Perkawinan di Kelurahan Pulau Temiang Kabupaten Tebo. Jurnal Sendratasik,
(1), 18-25.
Hidajat, Robby. (2011). Koreografi & kreativitas pengetahuan dan petunjuk praktikum koreografi. Kendil Media Pustaka Seni: Yogyakarta
Kayam, Umar. (1981). Seni, Tradisi, Masyarakat. Jakarta : Sinar Harapan.
La Meri. (1986), Dance Composition, the Basic Elements, Lagaligo, Russell.
La. Mery. (1986). Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari. Yogyakarta : Lagaligo Untuk
Fakultas Kesenian Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Maryono. (2015). Analisis Tari. Surakarta: ISI Press.
Mery, La. (1986). Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari. Yogyakarta : Lagaligo Untuk
Fakultas Kesenian Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Moleong. J. Lexy. (2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT: Remaja Rosdakarya. Oktaviani, R. Desfiarni. (2021). Kemasan Tari Kejai Dalam Pesta Perkawinan Di Desa
Tunggang Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu. Jurnal
Sendratasik, 10, 92–103. https://doi.org/10.24036/js.v10i4.113979
Putri, R. G., & Desfiarni, D. (2020). Pelestarian Tari Ambek-Ambek Oleh Sanggar Timbulun Koto Basaga Di Nagari Koto Anau Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok. Jurnal Sendratasik, 10(1), 227. https://doi.org/10.24036/jsu.v9i2.110550
Peterson Royce. Anya. (2007). Antropologi Tari. Terjemahan: F. X. Windaryanto
Bandung sunan Ambu Press.
Soedarsono (1977). Pengantar Pengetahuan Tari. Jakarta. Lagaligo Soedarsono. (1978). Tari-tarian Indonesia I. Jakarta: Balai Pustaka Soedarsono (1986) Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari. Yogyakarta: Laligo
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2023 SAAYUN
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.